logo alinea.id logo alinea.id

Angka rasio gini dari 2015 sampai 2019

Rasio gini merupakan ukuran ketimpangan pengeluaran penduduk dalam jangka panjang.

Satriani Ari Wulan
Satriani Ari Wulan Jumat, 16 Agst 2019 16:55 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2019/08/16/819/819" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Tingkat ketimpangan ekonomi penduduk Indonesia yang diukur dari rasio gini terus membaik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Maret 2019 rasio gini berada di level 0,382. Ini level terendah sejak tahun 2011. 

Rasio gini Indonesia mengalami tren penurunan sejak 2015. Rasio gini tercatat sebesar 0,408 pada Maret 2015, lalu turun menjadi 0,397 pada Maret 2016, turun lagi menjadi 0,393 pada Maret 2017, turun menjadi 0,389 pada Maret 2018, dan turun lagi menjadi 0,382 pada Maret 2019.  

Rasio gini pada 2019 menurun lantaran masyarakat lapisan terbawah mengalami kenaikan pengeluaran yang lebih tinggi dibandingkan lapisan di atasnya. Peningkatan pengeluaran pada 40% masyarakat lapisan bawah tercatat mencapai 2,83%. Sedangkan kelompok menengah mengalami peningkatan pengeluaran sebesar 0,71%, dan peningkatan pengeluaran golongan atas 0,95%. 

Rasio gini merupakan ukuran ketimpangan pengeluaran penduduk dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perlu waktu yang lebih lama serta usaha yang besar untuk menurunkan rasio gini.