logo alinea.id logo alinea.id

Frekuensi cuitan warganet tentang ganja

Langkah Kementerian Pertanian (Kementan) memasukkan ganja (Cannabis sativa) sebagai salah satu tanaman obat binaan menjadi perbincangan publik seiring beredarluasnya Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 pada akhir Agustus lalu. Pun sempat viral di Twitter.

Fatah Hidayat Sidik
Fatah Hidayat Sidik Minggu, 13 Sep 2020 11:20 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2020/09/13/1655/1655" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Langkah Kementerian Pertanian (Kementan) memasukkan ganja (Cannabis sativa) sebagai salah satu tanaman obat binaan menjadi perbincangan publik seiring beredarluasnya Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 pada akhir Agustus lalu. Pun sempat viral di Twitter.

Berdasarkan pantauan Alinea.id menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligent) di Twitter, perbincangan mengenai ganja berlangsung sebelum Kepmentan 104/2020 mengemuka, setidaknya sejak awal Agustus. Baru surut pada tenggat penghimpunan data, pekan pertama September.

Rentang 10 Agustus-8 September, tercatat ada 18.329 twit tentang ganja disampaikan 6.841 akun riil (bukan bot) dan beberapa akun instansi maupun media. Frekuensi tertinggi pada 29 Agustus dengan 7.970 twit dan 30 Agustus sebesar 1.206 twit. Sama sekali tidak ada percakapan pada 8 September.