logo alinea.id logo alinea.id

Indeks harga dan suplai rumah nasional

Pandemi Covid-19 membuat harga rumah turun.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Jumat, 30 Apr 2021 05:45 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2021/04/30/2043/2043" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada sektor properti. Hal ini dintunjukkan dengan turunnya permintaan. Data Rumah.com Indonesia Property Market Index pada kuartal keempat 2020 menunjukkan terjadinya penurunan harga properti, kenaikan suplai, dan turunnya permintaan secara nasional.

Meski demikian, tren properti di sejumlah wilayah favorit masih tetap terjaga. Jawa Barat dan Banten tetap menunjukkan kenaikan harga properti, terutama di Depok, Bekasi, Cikarang serta Tangerang. 

Rumah.com Indonesia Property Market Index - Harga (RIPMI-H) pada kuartal keempat (Q4) 2020 berada pada angka 110,7, turun 0,5% dibanding Q3 2020 (quarter-on-quarter/QoQ). Secara tahunan, indeks ini mengalami penurunan yang lebih besar jika dibandingkan indeks pada Q4 2019 (year-on-year/YoY), yakni sebesar 1,3%. 

RIPMI-H untuk rumah tapak berada pada angka 115,6 pada kuartal keempat tahun 2020, turun sebesar 0,4% dibanding kuartal sebelumnya namun secara tahunan masih tercatat naik sebesar 0,3%. Sementara itu, RIPMI-H untuk apartemen berada pada angka 112,5 pada kuartal-IV/2020, turun 0,3% dibandingkan kuartal ketiga 2020 dan 2,5% dibandingkan kuartal keempat 2019.