logo alinea.id logo alinea.id

Indeks inklusi keuangan nasional

Inklusi keuangan didominasi layanan perbankan.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Kamis, 21 Mei 2020 07:44 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/line/2020/05/21/1399/1399" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Hasil Survei Nasional Literasi Keuangan tahun 2013 yang dilakukan oleh OJK menunjukkan bahwa indeks inklusi keuangan masyarakat Indonesia relatif tinggi dibandingkan dengan indeks literasinya. Indeks inklusi keuangan pada tahun 2013 menunjukkan bahwa 59,7% masyarakat Indonesia telah mengakses lembaga jasa keuangan formal. Sementara itu, indeks inklusi keuangan Indonesia tahun 2016 mengalami peningkatan 8,1% menjadi 67,8% tahun 2016 jika dibandingkan dengan tahun 2013. Indeks inklusi keuangan kembali naik jadi 76,19% pada tahun 2019.

OJK sendiri mencatat unsur yang berperan penting dalam inklusi keuangan adalah akses, ketersediaan produk dan layanan jasa keuangan, penggunaan, serta kualitas. Akses sendiri diantaranya ditandai dengan penambahan jaringan kantor, penambahan jumlah agen, penambahan jumlah ATM, penambahan point of access melalui layanan digital, dan persiapan infrastruktur berbentuk fasilitas nir kantor (branchless).