logo alinea.id logo alinea.id

Indeks literasi keuangan nasional

Akses masyarakat kepada lembaga keuangan selain perbankan masih rendah.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Kamis, 21 Mei 2020 07:13 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/line/2020/05/21/1397/1397" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara rutin menggelar Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) setiap tiga tahun sekali. Sejauh ini, OJK sudah mencatat hasil SNLIK sebanyak 3 kali dar sejak OJK berdiri yakni tahun 2013, 2016, dan 2019. Hasilnya menunjukan ada peningkatan indeks setiap tiga tahun.

Pada tahun 2019, OJK merilis inklusi keuangan mencapai 76,19% dan literasi keuangan 38,03%. Jumlah tersebut melampaui target 75% yang ditetapkan pada Perpres Nomor 82 Tentang Strategi Keuangan Inklusif. Sebelumnya, pada  2016 indeks inklusi keuangan tercatat sebesar 67,8%, sementara indeks literasi masyarakat baru sebesar 29,6%. 

OJK juga mencatat jumlah jaringan kantor lembaga jasa keuangan secara keseluruhan masih didominasi oleh sektor Perbankan yang mencapai 41.459 kantor. Apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini, maka setiap kantor bank melayani 6.240 penduduk. Sementara itu, setiap kantor asuransi melayani 86.061 penduduk dan lembaga pembiayaan melayani 45.747 penduduk. Kondisi ini menggambarkan bahwa akses keuangan masyarakat berdasarkan sektor keuangan selain Perbankan masih relatif rendah.