logo alinea.id logo alinea.id

Industri penopang penanganan Covid-19

Jumlah industri didominasi perusahaan yang memproduksi hand sanitizer.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Selasa, 02 Jun 2020 17:25 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2020/06/02/1425/1425" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Kementerian Perindustrian terus mendorong hilirisasi dan komersialisasi produk-produk riset dan inovasi di sektor industri, termasuk yang saat ini sedang dibutuhkan untuk penanggulangan wabah Covid-19. Untuk itu diperlukan langkah kolaborasi dengan para stakeholder agar hal tersebut bisa terwujud.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi menyatakan Kemenperin melalui sejumlah unit litbang di bawah BBPI semakin aktif melakukan riset dalam rangka mendukung penanggulangan Covid-19. Antara lain, rancang bangun alat pelindung diri (APD) jenis face shield untuk tenaga kesehatan dalam penanganan pasien terpapar virus korona, yang telah dilaksanakan oleh Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) di Bandung.

Kepala BPPI memaparkan, sejak April 2020, pihaknya juga koordinasi dengan inisiator ventilator nasional serta perwakilan Kementerian Kesehatan, yaitu Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan (BPFK).

Kemenperin juga fokus pada pengembangan cokelat rempah yang mengandung komponen bioaktif, yang dilakukan oleh Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) di Makassar. Begitu juga dengan penelitian dan pengembangan Non-PCR test kit untuk mendeteksi Covid-19, yang dilaksanakan oleh oleh Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung.

Berikutnya, pengembangan bahan baku APD, yang akan dilaksanakan oleh Balai Besar Tekstil (BBT) di Bandung. Lalu, pengembangan Kit Rapid Test untuk mendeteksi Covid-19 dengan metode Lateral Flow Immunoassy, yang akan dilaksanakan oleh Balai Besar Industri Agro (BBIA) di Bogor.

Sementara itu, pengembangan disposable masker penahan virus berbasis kertas, akan dilaksanakan oleh Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) di Bandung. Pengembangan nanofiber membrane pada masker untuk proteksi virus Covid-19, yang akan dilaksanakan oleh Balai Besar Kulit Karet dan Plastik (BBKKP) di Yogyakarta.

Adapun pengembangan pangan fungsional immunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh, bakal dilaksanakan Balai Besar Industri Agro (BBIA) di Bogor.