logo alinea.id logo alinea.id

Inilah statistik tax allowance approval

Insentif pajak yang diberikan pemerintah sepi peminat.

Satriani Ari Wulan
Satriani Ari Wulan Senin, 30 Des 2019 22:51 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2019/12/30/917/917" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Insentif pajak yang diberikan pemerintah sepi peminat. Sejak tax allowance diluncurkan tahun 2007, perusahaan yang memanfaatkan fasilitas tersebut minim. 

Kementerian Keuangan mencatat, sejak diluncurkan tahun 2007 hingga November 2019, keringanan pajak ini hanya dimanfaatkan oleh 158 kegiatan dan dinikmati oleh 140 perusahaan. Insentif itu berhasil menyerap investasi sebesar Rp285,8 triliun.

Peraturan terkait keringanan setoran pajak ini telah beberapa kali diubah lantaran tak dilirik oleh perusahaan. Yang paling anyar, pemerintah meluncurkan PP No.78/2019 tentang Fasilitas PPh untuk Penanaman Modal di Bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah Tertentu.

Peraturan yang mulai berlaku pertengahan Desember tahun ini diharapkan menjadi obat kuat bagi penanaman modal di Indonesia. Dalam beleid itu, pemerintah menambah jumlah usaha yang berhak menerima fasilitas diskon pajak. Semula, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Bidang Usaha yang bisa mengakses insentif berjumlah 145, sekarang diperluas menjadi 183, meliputi 166 KBLI yang melakukan penanaman modal maupun perluasan pada bidang-bidang usaha tertentu, dan 17 KBLI yang melakukan penanaman modal maupun perluasan pada bidang-bidang usaha terntentu dan di daerah-daerah tertentu. Selain itu, PP juga mengatur kemudahan mengurus fasilitas tax allowance