logo alinea.id logo alinea.id

Jumlah BUMN 2015-2019

Pemerintah berencana merampingkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Sabtu, 22 Mei 2021 16:52 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2021/05/22/2063/2063" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir hingga saat ini terus melakukan efisiensi di tubuh Kementerian BUMN. Salah satunya yang sudah berjalan, yaitu penyederhanaan jumlah BUMN.

Tercatat, jika sebelumnya jumlah BUMN mencapai 142 perusahaan, kini menjadi 107 perusahaan. Berkurangnya jumlah BUMN ini tidak lain karena lahirnya konsolidasi BUMN, diantaranya adalah sektor farmasi dan asuransi. Dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat RI, Menteri BUMN menyatakan,

“Khususnya pada situasi pandemi Covid-19 merupakan saat yang tepat untuk melakukan restrukturisasi untuk memperkuat posisi BUMN baik posisi keuangan maupun posisi dalam industri. Dari 142 BUMN sekarang ini kita bisa tinggal 107 BUMN. Ini akan kita turunkan terus kalau bisa ke angka 80.” ujarnya pada Juni 2020 lalu.