logo alinea.id logo alinea.id

Jumlah hoaks terkait coronavirus per pekan (23 Januari-10 Februari 2020)

Dari 78 hoaks itu, pekan kelima Januari ( (27-31 Januari 2020) merupakan yang terbanyak jumlahnya, yakni 34 hoaks.

Fandy Hutari
Fandy Hutari Selasa, 11 Feb 2020 16:51 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/horizontalbar/2020/02/11/1049/1049" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Dari 23 Januari 2020 hingga 10 Februari 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika melaporkan, ada 77 hoaks yang disebarkan melalui media sosial terkait novel coronavirus (2019-nCoV). 

Ada satu hoaks yang muncul pada 6 Mei 2019 yang menyebut, kurma harus dicuci bersih karena mengandung virus corona dari kelelawar. 

Dari 78 hoaks itu, pekan kelima Januari ( (27-31 Januari 2020) merupakan yang terbanyak jumlahnya, yakni 34 hoaks. Terendah ada di pekan ketiga Februari 2020 (1 Februari 2020), hanya satu hoaks. Dengan narasi dan video non-Muslim China ikut salat karena takut tertular virus corona.

Jenis hoaks itu, di antaranya terkait masuknya coronavirus di Indonesia, cara pengobatan, kematian penderita coronavirus di Indonesia, dan cara penularan coronavirus.