logo alinea.id logo alinea.id

Jumlah mal di beberapa kota besar

Jumlah mal anggota APBBI mencapai 107 di kawasan Jabodetabek.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Rabu, 03 Jun 2020 09:29 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2020/06/03/1427/1427" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat jumlah mal atau pusat perbelanjaan hingga akhir 2019 mencapai 321 pusat perbelanjaan berbagai kelas dan ukuran yang beroperasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 107 mal diantaranya berlokasi di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Selain itu, pusat belanja dengan klasifikasi mewah hanya bisa dihitung dengan jari. Beberapa diantaranya adalah Pacific Place, Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Senayan City. Seluruhnya berlokasi di ibu kota Jakarta. Sementara pusat perbelanjaan lainnya masuk kategori kelas atas, menengah, dan bawah.

Semasa pandemi, pusat perbelanjaan menjadi salah satu sektor yang paling terkena dampak wabah Coronavirus. Data APPBI mencatat ada 197 pusat perbelanjaan atau mal yang harus menutup sebagian besar aktivitasnya.  DKI Jakarta menjadi daerah dengan penyumbang terbanyak, yakni dengan 78 pusat perbelanjaan.

Hal ini tidak lepas dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang selesai pada 4 Juni 2020. Beberapa mal yang tutup diantaranya Lippo Mall Puri, Lippo Mall Kemang, Senayan City, Mall Taman Anggrek, dan lain-lain. Kemudian disusul Bandung dengan 16 mal, Tangerang Selatan sebanyak 15 mal dan Bekasi sebanyak 12 mal. Bergeser ke Bali, ada 7 mal yang ditutup.