logo alinea.id logo alinea.id

Jumlah pengungsi dan pencari suaka di Indonesia

Indonesia bukan negara tujuan para pencari suaka. Namun, karena lokasinya berada di sekitar negara-negara penerima suaka, Indonesia sering terkena getahnya.

Fultri Sri Ratu Handayani
Fultri Sri Ratu Handayani Jumat, 19 Jul 2019 14:17 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/horizontalbar/2019/07/19/679/679" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Indonesia bukanlah negara tujuan para pencari suaka. Namun, Indonesia ada di antara negara-negara penerima pencari suaka dan pengungsi, seperti Malaysia, Thailand, dan Australia. Oleh karena itu, Indonesia kerap terkena dampak masalah pengungsi dan pencari suaka, yang sekadar singgah atau transit sebelum sampai ke negara tujuan.

Dikutip dari situs United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Indonesia, Indonesia belum menjadi negara dan pihak yang meratifikasi Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi dan Protokol 1967. Artinya, Indonesia belum punya sistem penentuan status pengungsi dan pencari suaka. Dengan status ini, Indonesia memberikan kewenangan penuh kepada UNHCR dalam menjalankan mandat perlindungan dan permasalahan pengungsi.

Berdasarkan data UNHCR Indonesia, jumlah pengungsi dan pencari suaka yang transit ke Indonesia melonjak tinggi sejak tahun 2017. Jika semula jumlah pengungsi dan pencari suaka hanya 4.426 jiwa (2015) dan 3.112 jiwa (2016), pada tahun 2017 melonjak menjadi 13.840 jiwa. Jumlah ini relatif stabil pada tahun 2018 dan 2019.