logo alinea.id logo alinea.id

Jumlah penonton bioskop

Penonton bioskop naik tiga kali lipat.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Rabu, 24 Jun 2020 16:35 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2020/06/24/1481/1481" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebelum kembali dilebur dengan Kementerian Pariwisata pernah merilis potensi film di Indonesia yang luar biasa. Ini dibuktikan dengan data pertumbuhan jumlah layar dan penonton selama empat tahun terakhir.

"Pertumbuhan jumlah layar bioskop di Indonesia naik lebih dari dua kali lipat. Dari sebanyak 800 layar di tahun 2014 sekarang jumlahnya sudah di atas 2.000 layar," kata Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik pada September 2019 lalu seperti dikutip dari Antara.

Dari sisi jumlah penonton film bioskop di Indonesia pada 2014 sekitar 18 juta orang dan pada 2018 mencapai 52 juta orang.
"Jumlahnya naik tiga kali lipat. Ini potensi yang sangat besar. Kita juga masih punya ruang pertumbuhan yang besar," katanya.

Namun, dia menambahkan jumlah layar bioskop yang melonjak drastis itu masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk.

"Kalau dibandingkan dengan negara lain, seperti Korea Selatan, jumlah layar bioskopnya mencapai 5.000 layar dengan jumlah penduduk 60 juta, Tiongkok dengan jumlah penduduk hampir dua miliar orang memiliki layar bioskop 80.000," paparnya.