logo alinea.id logo alinea.id

Keseimbangan Primer (KP) sejak 2014

Pandemi Covid-19 membuat pembiayaan dan KP melonjak drastis.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Senin, 14 Sep 2020 07:56 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/line/2020/09/14/1659/1659" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Pandemi Covid-19 telah berpengaruh besar pada struktur Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN). Menurunnya realisasi penerimaan negara dan meroketnya kebutuhan belanja untuk penanganan krisis telah mengakibatkan pemerintah mengambil opsi kebijakan fiskal counter-cyclical. 

Kebijakan counter-cyclical mengacu pada kebijakan dimana dalam kondisi resesi, pemerintah melakukan intervensi melalui stimulus fiskal dengan fokus pada bidang kesehatan, perlindungan sosial, dukungan bagi dunia usaha yang terintegrasi dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN). 

Imbas dari kebijakan counter-cyclical adalah defisit APBN yang melebar dan semakin sempitnya ruang fiskal. Melebarnya defisit APBN perlu didukung oleh pembiayaan, di tengah menurunnya realisasi penerimaan negara.

Defisit tahun 2020 diproyeksikan pada awal tahun ditargetkan sebesar 1,76 % PDB. Namun datangnya pandemi membuat defisit melebar lebih dari 3% menjadi 5,07% dari Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan Perpres No. 54 tahun 2020 dan meningkat lagi menjadi 6,34% PDB berdasarkan Perpres No. 72 tahun 2020. Membengkaknya angka defisit telah membuat pemerintah menyusun strategi pembiayaan yang prudent dan tata kelola pengelolaan keuangan yang baik.

Utang mendominasi sumber pembiayaan pemerintah. Selain utang, sumber pembiayaan Pemerintah lainnya adalah nonutang yang berasal dari sumber internal Pemerintah berupa pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SAL), Pos Dana Abadi Pemerintah dan Dana yang bersumber dari Badan Layanan Umum (BLU).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan defisit primary balance atau keseimbangan primer pun terjadi peningkatan yang luar biasa. "Primary balance terjadi peningkatan yang luar biasa dibandingkan tahun sebelumnya. Di mana mencapai Rp 10 triliun," kata Sri Mulyani dalam paparan Laporan Semester I-2020 dan APBN Kita Juli 2020, Senin (20/7/2020).