logo alinea.id logo alinea.id

Kontrak baru BUMN Karya

Pada semester I 2019, dari empat BUMN karya, baru Waskita yang target kontrak baru sudah terlampaui. Sementara tiga BUMN lainnya sepertinya sulit mencapai target.

Fultri Sri Ratu Handayani
Fultri Sri Ratu Handayani Kamis, 22 Agst 2019 16:05 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2019/08/22/827/827" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Proyek infrastruktur yang menjadi program andalan pemerintahan Presiden Joko Widodo membawa berkah bagi BUMN-BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. Apalagi, dalam membangun berbagai proyek strategis itu pemerintah lebih memprioritaskan pekerjaan untuk dikerjakan perusahaan milik negara atau BUMN.

Tidak mengherankan apabila BUMN-BUMN karya itu mengantongi kontrak baru atau proyek baru yang nilainya lumayan besar. Mereka pun berlomba-lomba memasang target kontrak baru yang fantastis. Namun demikian, tidak semua target-target itu berpeluang untuk dicapai.

Pada semester I 2019, dari empat BUMN karya, yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), baru Waskita yang target kontrak baru sudah terlampaui. Sementara tiga BUMN lainnya seperti sulit mencapai target.