logo alinea.id logo alinea.id

Kontraksi sektor usaha pada kuartal II 2020

Sektor transportasi dan pergudangan adalah penyumbang kontraksi terbesar.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Kamis, 06 Agst 2020 15:51 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/pie/2020/08/06/1555/1555" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Pandemi Covid-19 terbukti memukul perekonomian seluruh negara tak terkecuali, Indonesia. Kontraksi ekonomi di Indonesia mulai terasa sepanjang kuartal II 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju perekonomian kuartal II 2020 minus 5,32% (year on year). Sementara dibanding kuartal I 2020, ekonomi terkontraksi 4,19%.

BPS mencatat ada lima sektor yang menyumbang kontraksi ekonomi. Imbauan pemerintah dalam penerapan work from home (WFH) dan school from home SFH sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran Covid-19 menjadi penyebab turunnya sektor transportasi dan pergudangan.  Begitu juga dengan kebijakan pemerintah untuk penerapan larangan mudik Idul Fitri 1441 Hijriyah serta penurunan aktivitas kargo pada masa pandemi Covid-19.

Selain itu, sektor akomodasi dan makan minum juga mengalami kontraksi. Penyebabnya yakni penurunan jumlah wisatawan, ditutupnya tempat-tempat rekreasi dan hiburan, dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Di masa pandemi, memasak dan makan di rumah menjadi lebih populer.