logo alinea.id logo alinea.id

Laba bersih BUMN Karya

Pada semester I 2019, dari empat BUMN karya, laba bersih Waskita Karya dan Pembangunan Perumahan anjlok dibandingkan semester I 2018. Sebaliknya, pada periode yang sama Adhi Karya dan Wijaya Karya laba bersihnya turun.

Fultri Sri Ratu Handayani
Fultri Sri Ratu Handayani Kamis, 22 Agst 2019 15:54 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2019/08/22/825/825" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Proyek infrastruktur yang menjadi program andalan pemerintahan Presiden Joko Widodo membawa berkah bagi BUMN-BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. Apalagi, dalam membangun berbagai proyek strategis itu pemerintah lebih memprioritaskan pekerjaan untuk dikerjakan perusahaan milik negara atau BUMN.

Tidak mengherankan apabila BUMN-BUMN karya itu bisa meraih laba bersih yang terus naik dari kontrak baru atau proyek baru yang nilainya lumayan besar. Namun demikian, tidak selalu kontrak baru bernilai besar itu berbuah laba bersih.

Pada semester I 2019, dari empat BUMN karya, yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), laba bersih Waskita Karya dan Pembangunan Perumahan anjlok dibandingkan semester I 2018. Penurunan terbesar terjadi pada Waskita Karya. Sebaliknya, pada periode yang sama Adhi Karya dan Wijaya Karya laba bersihnya turun.