logo alinea.id logo alinea.id

Laju penurunan saham-saham per sektor di IHSG per Selasa 24 Maret 2020

Beberapa sektor mengalami tekanan harga akibat pandemi Covid-19.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Rabu, 25 Mar 2020 17:30 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/horizontalbar/2020/03/25/1203/1203" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Semua sektor yang tercatat di bursa saham Tanah Air memang mengalami pelemahan sejak Januari. Sektor industri dasar dan kimia mengalami kontraksi terdalam, yakni 48,13%. Sementara itu, sektor perdagangan, jasa, dan investasi mengalami pelemahan paling rendah, yaitu sebesar 28,59%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan aturan trading halt atau penghentian sementara perdagangan bursa saham selama 30 menit. Ini terjadi jika IHSG anjlok 5% atau lebih, sebagai langkah antisipasi dalam mengurangi fluktuasi tajam di pasar modal.

Salah satu emiten yang menjadi sorotan adalah BBCA yang menjadi salah satu penggerak utama IHSG. Pasalnya, BBCA memiliki kapitalisasi pasar paling besar, yakni senilai Rp554,74 triliun.

Executive Vice President Secretariat and Corporate Communication BBCA Hera F Haryn mengatakan, anjloknya saham BBCA merupakan bagian dari mekanisme pasar. 
“Gejolak pasar modal tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga global, khususnya pasca eskalasi pandemi Covid-19,” ungkapnya kepada Alinea.id, Selasa (24/3).