logo alinea.id logo alinea.id

Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia per kuartal

Pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi kuartal II anjlok 5,32%.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Kamis, 06 Agst 2020 15:03 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/line/2020/08/06/1553/1553" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontraksi ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 sebesar 5,32%. Angka ini terendah sejak krisis 1999 yang saat itu minus 6,13%.

"Kontraksi pada kuartal II-2020 sebesar 5,32% kontraksi terendah sejak kuartal I-1999. Jadi pada kuartal pertama 1999 itu pada waktu itu kontraksi sebesar 6,13%," kata kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2020, Rabu (5/8).

Dia menjelaskan, pandemi Covid-19 telah berdampak buruk terhadap perekonomian berbagai negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Pergerakan orang dan barang terganggu dan menyebabkan sejumlah sektor industri mengalami perlambatan pertumbuhan.

Hal tersebut, jelas dia, dapat dilihat dari data 17 lapangan usaha, hanya tiga yang mengalami pertumbuhan positif. 

"Hanya ada tiga lapangan usaha atau sektor yang masih tumbuh positif yaitu pertanian 2,19%, informasi dan komunikasi 10,88%, dan pengadaan air 4,56%. Kontraksi yang paling dalam bisa dilihat terjadi pada sektor transportasi dan pergudangan 30,84%," ujarnya.

Namun demikian, dari tiga sektor yang masih mengalami pertumbuhan positif tersebut hanya sektor informasi dan komunikasi yang menunjukkan gejala peningkatan pertumbuhan. Sementara yang lainnya tumbuh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.