logo alinea.id logo alinea.id

Nilai Aktiva Bersih dan jumlah penyertaan reksa dana 2020

NAB reksa dana pada Juni mengalami penurunan dibandingkan Januari 2020.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Rabu, 08 Jul 2020 19:30 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/line/2020/07/08/1503/1503" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai aktiva bersih (NAB) instrumen reksa dana pada Januari 2020 mencapai Rp537,33 triiiun. Angka ini turun pada Februari yang sebesar Rp525,28 triliun, Maret Rp471,88 triliun, dan April Rp475,60 triliun. NAB reksa dana pada Mei kembali turun menjadi Rp474,20 triliun dan kembali naik pada Juni menjadi Rp482,54 triliun.

Sementara itu, industri asuransi jiwa mencatat pertumbuhan jumlah investasi sepanjang 2019. Nilainya mencapai Rp488,18 triliun atau naik 5,22% dari posisi akhir 2018 yang sebesar Rp463,96 triliun. Berdasarkan statistik asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksa dana masih menjadi pilihan penempatan dana asuransi jiwa.

Dari data OJK, penempatan dana asuransi jiwa di reksa dana pada 2019 mencapai Rp166,07 triliun. Nilai itu turun tipis 0,62% dari posisi akhir 2018 yang sebesar Rp167,1 triliun. Meski begitu, porsi investasi asuransi jiwa di reksa dana masih yang terbesar dengan kontribusi 34,02%.

Selanjutnya, investasi di instrumen saham juga masih mendominasi. Bahkan, investasi di saham tumbuh 4,46% dari Rp141,37 triliun menjadi Rp147,68 triliun atau setara dengan 30,25% dari total investasi sepanjang 2019.

Sementara, penempatan investasi terbesar lainnya mengalir ke surat berharga negara (SBN) dengan nilai Rp74,24 triliun. Investasi di SBN tumbuh paling tinggi atau naik 16,31% dari posisi akhir 2018 yang sebesar Rp63,83 triliun.