logo alinea.id logo alinea.id

Nilai transaksi uang elektronik kuartal I 2020

Penggunaan uang elektronik naik 64,48% selama PSBB.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Jumat, 19 Jun 2020 18:59 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/line/2020/06/19/1469/1469" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Mei 2020 mencapai Rp 798,6 triliun, tumbuh negatif sebesar 6,06% (yoy). Hal ini sejalan dengan dampak menurunnya permintaan uang baik akibat kegiatan ekonomi pada masa pandemi COVID-19 yang melemah maupun dampak penundaan cuti bersama Idul Fitri.

"Sejalan dengan kegiatan ekonomi yang menurun, transaksi non tunai menggunakan ATM, Kartu Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik (UE) pada April 2020 juga menurun dari -4,72% pada Maret 2020 menjadi -18,96% (yoy)," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6).

Namun, dia menambahkan, khusus transaksi uang elektronik (UE) pada April 2020 tetap tumbuh tinggi mencapai 64,48% (yoy) dan volume transaksi digital banking pada April 2020 tumbuh 37,35% (yoy). Perkembangan ini menggambarkan menguatnya kebutuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital (EKD). Termasuk meningkatnya akseptasi masyarakat terhadap digital payment di tengah penurunan aktivitas ekonomi selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).