logo alinea.id logo alinea.id

Penindakan dalam Operasi Yustisi September-November 2020

Berdasarkan data Biro Pengendalian Operasi Polri selama operasi yustisi di 34 polda seluruh Indonesia dari 14 September hingga 22 November 2020 tercatat ada 13.016.520 pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang ditindak dengan teguran lisan dan tertulis.

Fandy Hutari
Fandy Hutari Rabu, 25 Nov 2020 18:29 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2020/11/25/1827/1827" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Berdasarkan data Biro Pengendalian Operasi Polri selama Operasi Yustisi untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di 34 polda seluruh Indonesia dari 14 September hingga 22 November 2020 tercatat ada 13.016.520 pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang ditindak dengan teguran lisan dan tertulis.

Sepanjang periode tersebut, ada empat orang yang disanksi kurungan. Keempat orang ini ditindak Polda Jawa Timur. Selain itu, sebanyak 96.558 disanksi denda administrasi. Nominal denda yang terkumpul sebesar Rp5.649.599.028. Di samping itu, ada 1.992 penghentian atau penutupan tempat usaha sementara.

Jumlah operasi yustisi di periode tersebut sebanyak 2.728.029. Dengan sasaran 16.924.252 orang, 2.005.609 tempat, dan 2.438.272 kegiatan. 

Provinsi Jawa Timur menempati posisi paling tinggi pelanggaran protokol kesehatan. Selama periode tadi, ada 3.119.182 teguran lisan, 719.670 teguran tertulis, empat kurungan, dan 71.595 denda administrasi. Namun untuk sanksi penghentian atau penutupan sementara tempat usaha ditempati Jakarta dengan 981 pelanggaran.