logo alinea.id logo alinea.id

Perkembangan BI 7-Days Reverse Repo Rate Sepanjang 2020

Penurunan suku bunga acuan pada November merupakan yang kelima kalinya di tahun 2020.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Jumat, 27 Nov 2020 16:08 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2020/11/27/1835/1835" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 November 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%. 

Keputusan ini mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Bank Indonesia tetap berkomitmen untuk mendukung penyediaan likuiditas, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada Pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN Tahun 2020.

Penurunan ini merupakan yang kelima kalinya sepanjang tahun 2020. Pada awal tahun, BI 7-Days Repo Rate masih berada di level 5,00%. Penurunan suku bunga acuan tersebut merupakan salah satu kebijakan pelonggaran moneter yang dilakukan oleh BI. Hingga 17 November 2020, BI telah menambah likuiditas di perbankan (quantitative easing) sebesar  Rp680,89 triliun. Angka ini bersumber dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) Rp155 triliun, ekspansi moneter Rp510,09 triliun, dan sisanya dari sumber lainnya.