logo alinea.id logo alinea.id

Perkembangan jumlah debitur restrukturisasi

Pengajuan restrukturisasi mulai menurun.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Jumat, 10 Jul 2020 18:57 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/line/2020/07/10/1513/1513" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan per 29 Juni 2020 realisasi restrukturisasi kredit telah mencapai Rp 740,79 triliun kepada 6,56 juta debitur. Dari jumlah tersebut sebanyak 5,29 juta debitur atau Rp 317,29 triliun berasal dari debitur UMKM sementara sisanya sebesar Rp 423,5 triliun diberikan kepada 1,27 juta debitur non-UMKM. 

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo menjelaskan dalam periode 31 Maret sampai 29 Juni 2020, realisasi restrukturisasi kredit secara mingguan terbesar terjadi pada minggu pertama bulan Mei 2020, yaitu sampai dengan 4 Mei 2020. 

Pada minggu tersebut, realisasi debitur mencapai 2,86 juta atau 45% dari total realisasi 6,34 juta debitur sampai dengan 22 Juni 2020. Sementara, baki debet mencapai Rp 129,74 triliun atau 18,7% dari total realisasi Rp 695,34 triliun. 

Lebih lanjut, mayoritas restrukturisasi kredit dikontribusikan oleh debitur UMMKM sebanyak 2,6 juta debitur (90,9%) dengan baki debet Rp 67,37 triliun (52,2%. Sementara non UMKM sebanyak 261.289 debitur (9,1%) dengan baki debet Rp 62 triliun (47,8%).

Dia menambahkan tren peningkatan debitur yang direstrukturisasi mulai mengalami perlambatan pada periode selanjutnya. Adapun, total peningkatan jumlah debitur yang melakukan restrukturisasi pada posisi 29 Juni 2020 sebanyak 208.229 debitur atau meningkat sebesar 3,28% dari minggu sebelumnya.