logo alinea.id logo alinea.id

Perkembangan kredit Bank Umum

Rasio kredit bermasalah (NPL) masih terjaga.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Senin, 22 Jun 2020 19:11 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2020/06/22/1477/1477" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Bank Indonesia pada awal tahun 2020 memperkirakan kredit perbankan mampu tumbuh di kisaran 10 hingga 12% sepanjang 2020.  Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis kredit kembali tumbuh setelah mengalami perlambatan pertumbuhan yang signifikan pada 2019.

Pertumbuhan kredit perbankan pada 2019 tercatat tumbuh 6,08% secara tahunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di samping itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga juga tumbuh sebesar 6,54%.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan kredit akan membaik sejalan dengan prospek peningkatan pertumbuhan ekonomi, termasuk pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dibidik di kisaran 8 sampai 10%.

Namun, prediksi itu dipaparkan sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, Coronavirus sangat mempengaruhi perekonomian setiap negara karena adanya social distancing.

Pada tiga bulan pertama tahun 2020, data Statistik Perbankan Indonesia Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menunjukkan kinerja penyaluran kredit yang positif. Rasio kredit bermasalah (non performing loan) juga terjaga di kisaran 2,77%. Sementara, dampak pandemi diperkirakan akan sangat terasa pada kuartal II 2020.