logo alinea.id logo alinea.id

Perkembangan Pembangkit Listrik Surya (PLTS)

Produksi PLTS semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Jumat, 31 Jul 2020 15:42 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2020/07/31/1545/1545" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Energi Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, M. Arifin, dalam keterangan tertulis di laman esdm.go.id. menyatakan pemanfaatan energi surya di Indonesia baru sebesar 0,05% dari potensi yang ada.

Penggunaan panel surya juga belum begitu masif pada perumahan di Indonesia. Padahal, Indonesia mempunyai kelebihan karena letaknya berada di garis khatulistiwa. Ini membuat sinar matahari di Indonesia sangat melimpah. Matahari yang bersinar sepanjang tahun sangat optimal untuk dikembangkan menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Pemanfaatan energi matahari tersebut dapat dirasakan melalui sebuah alat yang menangkap dan mengubah listrik yakni Photovoltaic. Bisa pula disebut sebagai panel surya atau solar cell. Alat tersebut mengubah sinar matahari menjadi listrik melalui proses aliran-aliran elektron negatif dan positif didalam cell modul tersebut.