logo alinea.id logo alinea.id

Perkiraan pertambahan limbah medis di kota-kota Asia Tenggara

Menurut ADB, perkiraan pertambahan limbah medis di Manila mencapai 280 metrik ton per hari.

Fandy Hutari
Fandy Hutari Kamis, 26 Nov 2020 13:34 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/horizontalbar/2020/11/26/1829/1829" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Menurut Asian Development Bank (ADB), selama pandemi Covid-19 di Provinsi Hubei, China, limbah medis meningkat 600%, dari 40 ton menjadi 240 ton per hari. Negara lain juga menghadapi tantangan bertambah dan menumpuknya limbah medis, selama pandemi masih berlangsung. Tak terkecuali kota-kota besar di negara Asia Tenggara.

ADB memperkirakan, pertambahan limbah medis di Manila, Filipina, paling besar di antara kota-kota besar lainnya di Asia Tenggara. Menurut ADB, perkiraan pertambahan limbah medis di Manila mencapai 280 metrik ton per hari. Sementara peringkat kedua ada di Jakarta, Indonesia, dengan pertambahan limbah medis sebanyak 212 metrik ton per hari.