logo alinea.id logo alinea.id

Persepsi netizen tentang ganja jadi tanaman binaan

Langkah Kementerian Pertanian (Kementan) memasukkan ganja (Cannabis sativa) sebagai salah satu tanaman obat binaan menjadi perbincangan publik seiring beredarluasnya Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 pada akhir Agustus lalu. Pun sempat viral di Twitter.

Fatah Hidayat Sidik
Fatah Hidayat Sidik Minggu, 13 Sep 2020 11:02 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/line/2020/09/13/1653/1653" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Langkah Kementerian Pertanian (Kementan) memasukkan ganja (Cannabis sativa) sebagai salah satu tanaman obat binaan menjadi perbincangan publik seiring beredarluasnya Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 pada akhir Agustus lalu. Pun sempat viral di Twitter.

Rentang 10 Agustus-8 September, tercatat ada 18.329 twit tentang ganja disampaikan 6.841 akun riil (bukan bot) dan beberapa akun instansi maupun media. Frekuensi tertinggi pada 29 Agustus dengan 7.970 twit dan 30 Agustus sebesar 1.206 twit. Sama sekali tidak ada percakapan pada 8 September.

Persepsi yang diutarakan netizen setiap harinya juga bervariatif. Secara kumulatif, sebanyak 1.193 kicauan berisi harapan agar direalisasikan (anticipation), 1.138 kicuan yang mempercayai ganja memiliki manfaat medis (trust), dan 459 kicauan tentang keterkejutan (suprise).

Kemudian 241 kicauan merasa terganggu dengan langkah Kementan (disgust), 154 kicuan senang terhadap sikap pemerintah (154), 117 kicuan kegeraman (anger), 89 kicauan yang sedih dengan kebijakan Kementan (sadness), dan 23 kicauan mengenai ketakutan atas apa yang akan terjadi nantinya (fear).