logo alinea.id logo alinea.id

Peta jumlah kunjungan e-commerce di Indonesia 2017-2019 (dalam jutaan)

Lembaga riset iPrice memetakan E-commerce Indonesia berdasarkan rerata jumlah pengunjung masing-masing website sejak 2017-2019 setiap kuartal.

Sukirno
Sukirno Minggu, 01 Mar 2020 22:47 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/line/2020/03/01/1127/1127" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Lembaga riset iPrice memetakan E-commerce Indonesia berdasarkan rerata jumlah pengunjung masing-masing website sejak 2017-2019 setiap kuartal.

Situs iPrice mencatat, ada setidaknya 16 e-commerce yang tumbang sejak medio 2000-an hingga sekarang.

Lima e-commerce gugur karena diakusisi pihak lain dan berganti nama, di antaranya Tokobagus, Kleora, Berniaga.com, Plasa.com, dan MatahariMall.com. Sementara 11 perusahaan lainnya tumbang karena sepenuhnya berhenti beroperasi.

Lantas jika merujuk pada periode finansial perusahaan, sebagian besar e-commerce harus runtuh pada kuartal pertama buku keuangan (Januari-Maret). Tujuh perusahaan memutuskan berhenti beroperasi pada periode ini.

Perusahaan yang dimaksud yakni, Berniaga.com, Lolalola, Tokobagus, BeautyTreats, Lamido, Rakuten dan Qlapa. Mereka menutup operasinya lantaran tidak melihat potensi cerah dari bisnis yang digeluti.

Saat ini, persaingan e-commerce di Tanah Air mulai semakin mengerucut. Pemenangnya, sudah bisa ditebak. Mereka yang masuk tiga besar seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak akan menjadi e-commerce dengan daya tahan hidup paling panjang.