logo alinea.id logo alinea.id

PMI manufaktur Indonesia Januari-September 2020

PMI manufaktur mengalami kejatuhan terdalam pada bulan April dan Mei 2020.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Jumat, 18 Sep 2020 16:44 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2020/09/18/1671/1671" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Pada Agustus, PMI manufaktur RI kembali naik menjadi 50,8 seiring dengan berlakunya New Normal. Namun selang sebulan, PSBB kembali diterapkan. Menperin Agus pun langsung memprediksi kinerja industri manufaktur akan kembali merosot. Bahkan menurutnya, pengaruhnya tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga seluruh industri manufaktur di Indonesia. PSBB juga diperkirakan akan membuat target utilisasi nasional pada akhir 2020 meleset.

Kenaikan indeks ini mengisyaratkan perbaikan kondisi pabrik untuk pertama kalinya dalam enam bulan selama bulan Agustus 2020. IHS Markit melansir perusahaan manufaktur Indonesia melaporkan peningkatan yang solid baik dalam produksi maupun pesanan baru sepanjang Agustus. Ini berkontribusi pada perbaikan pertama dalam kondisi bisnis sejak bulan Februari. Indeks ini sendiri mengalami kejatuhan terdalam pada periode April dan Mei lalu seiring dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Selain itu, kepercayaan bisnis juga naik ke level tertinggi sejak bulan Mei 2019 karena perusahaan menyesuaikan diri dengan pelonggaran bertahap pada pembatasan akibat wabah Coronavirus (Covid-19). Meskipun output dan penjualan meningkat, perusahaan terus mengurangi ketenagakerjaan dan aktivitas pembelian di tengah upaya pengendalian biaya.