logo alinea.id logo alinea.id

Porsi transaksi saham berdasarkan tipe investor

Investor domestik mendominasi transaksi di pasar modal.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Senin, 26 Okt 2020 18:21 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2020/10/26/1773/1773" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Meski pandemi tak kunjung usai, pasar modal semakin diminati oleh masyarakat untuk berinvestasi. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor ritel meningkat dari 2,5 juta SID (Single Investor Identification) pada 2019 menjadi 3,27 juta SID per September 2020.

Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan jumlah SID akan mencapai 3,5 juta 2020. Potensi peningkatan masih sangat lebar mengingat jumlah investor dalam negeri masih sebesar 1,3% dari total penduduk Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan investor ritel domestik menjadi motor ketahanan di pasar modal, terutama pasar saham. Oleh karena itu, pihaknya bersama pemangku kepentingan terus mengupayakan peningkatan jumlah investor ritel sebagai upaya pendalaman pasar modal nasional.

Selain itu, pengembangan infrastruktur dan digitalisasi juga ditempuh untuk semakin memudahkan investor ritel dalam melakukan transaksi. Kini, 73% volume transaksi di BEI berasal dari investor domestik. "Ini transaksi yang paling banyak dalam 5 tahun terakhir," kata Wimboh saat membuka Capital Market Summit & Expo 2020 secara virtual, pekan lalu.

Porsi kepemilikan saham investor domestik juga naik dari 48,11% pada Akhir 2019 menjadi 51,23% pada Agustus 2020. Selama periode yang sama porsi kepemilikan saham investor asing menyusut dari 51,89% menjadi 48,77%. Padahal secara year to date (YTD), investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp47,11 triliun hingga Selasa (20/10).