logo alinea.id logo alinea.id

Rasio kepatuhan wajib pajak

Penerimaan pajak 2020 terganjal situasi pandemi.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Sabtu, 29 Mei 2021 08:01 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/horizontalbar/2021/05/29/2069/2069" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Kementerian Keuangan dalam APBN Kita yang dirilis Januari 2021 menyebut dampak pandemi Covid-19 begitu masif dirasakan di seluruh belahan dunia tanpa terkecuali. Bank Dunia dalam publikasi Global Economic Prospects (Januari 2021) mengestimasi perekonomian global pada tahun 2020 telah mengalami kontraksi hingga 4,3% (year on year). Sebagai perbandingan, krisis finansial global sebelumnya mengakibatkan kontraksi yang lebih rendah terhadap perekonomian dunia, yakni sebesar 2% (yoy)pada tahun 2009. 

Bagi otoritas perpajakan, dampak pandemi global ini sangat nyata. Tantangannya adalah kontraksi perekonomian yang menjadi basis pemajakan (tax base). Belum lagi terbatasnya kegiatan operasional akibat penerapan pembatasan sosial.

Di sisi lain, peranan penerimaan pajak menjadi semakin penting dalam mendukung kebijakan fiskal countercyclical, di samping sebagai administrator pemberian insentif perpajakan dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi dan Pemulihan Ekonomi Nasional.