logo alinea.id logo alinea.id

Rasio utang terhadap PDB

Rasio utang makin membesar seiring membengkaknya defisit anggaran.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Jumat, 15 Jan 2021 11:47 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/line/2021/01/15/1925/1925" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Tahun 2020, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat mencapai 33,60%. Dikutip dari APBN Kita edisi Desember 2020, utang pemerintah ini masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 86,03% dan pinjaman sebesar 13,97%. Jika dirinci, utang dari SBN tercatat Rp5.085,04 triliun yang terdiri dari SBN domestik Rp3.891,92 triliun dan valuta asing Rp1.193,12 triliun.

Sementara pinjaman mencapai Rp825,59 triliun, terdiri dari pinjaman dalam negeri Rp11,55 triliun dan pinjaman luar negeri Rp814,05 triliun.

Adapun untuk tahun 2021, berdasarkan Kalender Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun anggaran 2021 yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan akan kembali menarik utang sebesar Rp342 triliun di kuartal-I 2020.