logo alinea.id logo alinea.id

Rencana produksi batu bara nasional

Puncak produksi tertinggi diperkirakan terjadi tahun 2030.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Kamis, 25 Mar 2021 06:37 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2021/03/25/2003/2003" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin menyatakan pemerintah merencanakan produksi batu bara bisa mencapai 678 juta ton pada 2040. Adapun jatah ekspor diperkirakan sebanyak 403 juta ton. Sementara saat ini, kebutuhan dalam negeri sekitar 275 juta ton dan kebutuhan gasifikasi sekitar 32,4 juta ton. 

Dalam rentang tahun 2020 hingga 2040, Ridwan memproyeksikan, batu bara paling besar produksinya terjadi pada tahun 2030 yaitu sekitar 684 juta ton. Estimasinya, proyeksi ekspornya sebanyak 416 juta ton, jatah domestik 269 juta ton, dan gasifikasi 26,6 juta ton.

Untuk tahun 2021 ini, pemerintah menargetkan produksi batu bara di level 550 juta ton, sama seperti tahun lalu. Meski begitu, realisasi produksi tahun lalu lebih tinggi 10% menjadi 564 juta ton. Menurutnya, target produksi per tahun bisa saja berubah. Terlebih, forecast produksi tahun ini mencapai 591 juta ton.