logo alinea.id logo alinea.id

Rerata harga dan proyeksi harga minyak atsiri menurut Bank Dunia

Indonesia menjadi salah satu penghasil minyak atsiri di dunia.

Qonita Azzahra
Qonita Azzahra Senin, 09 Agst 2021 15:00 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2021/08/09/2187/2187" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Pusat Studi Minyak Atsiri Jurusan Ilmu Kimia Universitas Islam Indonesia (UII) menyebut minyak atsiri adalah minyak yang diperoleh dari bagian tanaman seperti akar, batang, daun, biji, buah dan sebagainya yang bersifat mudah menguap (volatil/atsiri).

Minyak ini diperoleh dengan bermacam cara, seperti penyulingan, pengepresan dan ekstraksi. Sekitar 200 jenis minyak atsiri yang diperdagangkan secara internasional, 12 jenis di antaranya berasal dari  Indonesia. Minyak atsiri tersebut adalah minyak sereh wangi, minyak nilam, minyak pala, minyak cengkeh, minyak kenanga, minyak akar wangi, minyak cendana, dan minyak kayu manis.

Kemudian, minyak jahe, minyak kemukus, minyak massoia dan minyak lengkuas. Sayangnya, UII melihat permasalahan yang timbul adalah Indonesia sendiri belum mampu berbuat banyak sebagaimana negara-negara lain dalam mengoptimalkan pemanfaatan minyak atsiri.

Negara-negara lain seperti Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Jerman, Brasil dan Belanda telah mampu dan terbukti memanfaatkan minyak atsiri tersebut untuk diolah menjadi bahan baku industri obat-obatan, parfum, pewangi, aroma, kosmetik, sabun dan lain-lain. Negara-negara tersebut membeli minyak atsiri sebagai bahan mentah dengan harga yang lebih murah dibandingkan membeli bahan baku untuk industri-industri tersebut.