logo alinea.id logo alinea.id

Serapan beras Bulog

Serapan beras Bulog kerap di bawah target.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Selasa, 20 Apr 2021 12:15 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2021/04/20/2033/2033" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan Bulog telah menyerap sekitar 200 ribu ton beras hasil panen petani pada Maret 2021. Serapan hasil panen ini sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak melakukan impor beras sampai Juni 2021.

“Sampai hari ini, Bulog telah serap 200 ribu ton setara beras di wilayah panen. Kami akan terus menyerap dengan rata-rata 10 ribu ton per hari. Berarti tinggal tiga hari di Maret ini, kurang lebih akan bertambah 30 ribu ton lagi,” ujar Buwas saat konferensi pers virtual, Senin (29/3) lalu.

Buwas menghitung hasil serapan beras panen petani akan membuat stok perusahaan dari sekitar 850 ribu ton menjadi 1 juta ton pada akhir Maret dengan turut menghitung konsumsi harian masyarakat. Proyeksinya, stok ini akan bertambah menjadi 1,4 juta ton pada Juni 2021.

Sebab, panen raya petani masih akan berlangsung pada April dan Mei 2021, serta sisa panen pada Juni 2021. Setelah Juni, Bulog akan menentukan kebijakan lanjutan setelah melihat stok.