logo alinea.id logo alinea.id

Supply demand LPG nasional

Kebutuhan LPG nasional sebagian besar dipenuhi melalui impor.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Kamis, 25 Mar 2021 07:10 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/horizontalbar/2021/03/25/2005/2005" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin dalam 'Bimasena Energy Dialogue 4', Jumat (19/03), menyatakan konsumsi LPG nasional tahun 2019 mencapai 7,64 juta ton. Dari jumlah itu, 1,91 juta ton atau 25% dipenuhi dari produksi domestik dan 5,73 juta ton atau 75% dipenuhi dari impor.

Dalam paparannya, ia menyebutkan, konsumsi LPG akan semakin meningkat hingga75-78% yang akan dipenuhi dari impor. Adapun impor gasoline mencapai 140 juta barel pada tahun 2021.

Untuk itu, pemerintah berencana melakukan gasifikasi batu bara melalui hilirisasi batu bara yang akan menghasilkan Dimethil Ether (DME) dan methanol. DME akan mensubsitusi LPG dan methanol akan mensubsitusi bahan baku industri kimia.