logo alinea.id logo alinea.id

Tempat tinggal komunitas adat terpencil di Indonesia

Tempat tinggal komunitas adat, dari data Kementerian Sosial, meliputi wilayah daerah aliran sungai, dataran rendah, dataran tinggi, pedalaman, pesisir pantai atau laut, dan perbatasan antarnegara.

Fandy Hutari
Fandy Hutari Rabu, 17 Feb 2021 10:20 WIB
logo alinea
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe class="heightclass" frameborder="0" id="embed-responsive-item" scrolling="No" src="https://data.alinea.id/vertikalbar/2021/02/17/1965/1965" width="100%"></iframe></div>
Berhasil Dicopy

Menurut Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), seperti dikutip dari buku Masyarakat Adat di Indonesia: Menuju Perlindungan Sosial yang Inklusif (2013), terbitan Direktorat Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyebut, ada 40-50 juta masyarakat adat di seluruh Indonesia. Jumlah itu merupakan survei pada 2013.

Merujuk data dari Kementerian Sosial, dalam tahun 2012 populasi komunitas adat terpencil tersebar di 24 provinsi, 263 kabupaten, 1.044 kecamatan, 2.304 desa, dan 2.971 lokasi.

Tempat tinggal komunitas adat, dari data Kementerian Sosial, meliputi wilayah daerah aliran sungai, dataran rendah, dataran tinggi, pedalaman, pesisir pantai atau laut, dan perbatasan antarnegara. Terbesar menempati wilayah pedalaman, sebesar 29%. Diikuti dataran tinggi 21%.